Kontrak Cleaning Service Berakhir, RSUD M. Thalib Sungai Penuh Terancam Alami Kekosongan Layanan Kebersihan

 


SORAKLINTERA, SUNGAI PENUH, 2 April 2026 — Pengelolaan tenaga cleaning service di RSUD M. Thalib Sungai Penuh tengah menuai sorotan. Pasalnya, terjadi kerancuan terkait kontrak kerja dengan pihak ketiga yang hingga kini belum menunjukkan kejelasan, baik dari sisi administrasi maupun keberlanjutan layanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kontrak kerja cleaning service sebelumnya telah resmi berakhir pada Kamis (2/4/2026). Namun hingga hari ini, belum ada kepastian mengenai pihak yang akan melanjutkan pekerjaan tersebut, termasuk status para pekerja yang selama ini bertugas menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit.

Permasalahan semakin kompleks karena tidak ditemukan proses tender melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sebagaimana prosedur yang lazim digunakan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kontrak tersebut.

Di sisi lain, pihak ketiga disebut telah melakukan proses administrasi secara mandiri. Namun, pihak rumah sakit justru menyatakan masih menunggu mekanisme dari LPSE. Ketidaksinkronan ini memperlihatkan adanya dugaan lemahnya koordinasi antara kedua belah pihak.

Ketiadaan kejelasan ini berpotensi menimbulkan kekosongan layanan kebersihan di lingkungan rumah sakit. Padahal, kebersihan merupakan aspek krusial dalam menjaga standar pelayanan kesehatan serta keselamatan pasien.

Selain itu, nasib para tenaga cleaning service yang sebelumnya bekerja juga belum mendapatkan kepastian. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait apakah mereka akan diperpanjang kontraknya atau digantikan oleh tenaga baru.

Situasi ini memunculkan desakan agar pihak manajemen rumah sakit segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Transparansi dinilai penting untuk memastikan tidak adanya pelanggaran prosedur, sekaligus menjamin keberlangsungan layanan serta perlindungan terhadap tenaga kerja.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan, terutama dalam hal kebersihan dan keamanan lingkungan rumah sakit. (*/Glen)

0 Komentar