Stimulus Ramadan–Idulfitri 2026, Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan untuk 35 Juta Keluarga

 


SORAKLINTERA, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi awal tahun 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Salah satu program utamanya adalah penyaluran bantuan pangan kepada 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.


Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama beras dan minyak goreng, di tengah meningkatnya harga dan kebutuhan selama bulan puasa dan Lebaran.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, mengatakan paket stimulus ini merupakan langkah pemerintah untuk menjaga konsumsi rumah tangga agar tetap kuat pada kuartal pertama 2026.

Setiap Keluarga Terima 10 Kg Beras dan 2 Liter Minyak
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, setiap keluarga penerima akan mendapatkan:
10 kilogram beras
2 liter minyak goreng

Bantuan diberikan sekaligus untuk dua bulan, yaitu Februari dan Maret 2026, agar kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi.

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan anggaran sebesar Rp14,09 triliun untuk program ini.

Data Penerima Sudah Diverifikasi
Penerima bantuan berasal dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1–4 atau sekitar 40 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah. Data tersebut berasal dari Kementerian Sosial dan telah diverifikasi sesuai aturan yang berlaku.

Penyaluran bantuan dilakukan oleh Perum BULOG dengan pengawasan ketat. Setiap penyaluran harus dilengkapi dokumen resmi, foto penerima dengan titik lokasi (geotagging), serta laporan pertanggungjawaban.

Sebelum pembayaran dilakukan, prosesnya akan direviu oleh aparat pengawas internal dan BPKP untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Stok Beras dan Minyak Aman
Pemerintah memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman hingga Idulfitri. Per 2 Maret 2026, stok beras di gudang BULOG tercatat sekitar 3,6 juta ton.
Untuk minyak goreng, pemerintah juga telah menyiapkan cadangan guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga menggencarkan:
Operasi Gerakan Pangan Murah
Penyaluran beras SPHP sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)
Pengawasan distribusi melalui Satgas pangan
Imbauan untuk Masyarakat dan Pedagang
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Pedagang juga diminta menjual bahan pokok sesuai harga acuan dan tidak mengambil keuntungan berlebihan.
Dengan adanya bantuan pangan, diskon transportasi, dan pencairan THR, pemerintah berharap konsumsi masyarakat tetap terjaga sehingga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil.

Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan program ini akan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. (*/Ndi)

0 Komentar